Catataninfoku -- Dalam cerita Frieren: Beyond The Journey’s End, sebuah momen yang terkadang dibicarakan penggemar adalah ketika Frieren terjebak di dalam sebuah gua besar yang penuh dengan bijih penahan sihir (magic-nullifying ore) dan menghadapi situasi berbahaya bersama Stark dan Fern. Adegan ini menimbulkan interpretasi beragam mengenai apakah Frieren “menyerahkan nyawanya” kepada Stark untuk menyelamatkan dirinya — sebuah peristiwa yang sering disebut dalam diskusi online tentang seri ini.
Sebelum membahas maknanya, penting memahami konteks dari gua itu sendiri. Dalam bab tertentu dari manga, Frieren dan rombongannya terjun melalui tanah yang roboh dan mendarat di sebuah gua yang sangat besar, yang ternyata merupakan deposit bijih kristal yang meniadakan sihir dalam jumlah ekstrem. Bijih ini dikenal sebagai mineral terkeras di dunia Frieren dan tidak bisa dipotong atau diolah dengan sihir apa pun, sehingga mereka tidak bisa keluar secara mudah hanya menggunakan kekuatan magis mereka. Situasi ini menciptakan kondisi di mana kemampuan sihir Frieren sekalipun tidak berguna untuk keuntungan instan mereka.
Ketika jatuh ke dalam gua tersebut, Frieren dan Fern sempat mencoba menggunakan sihir untuk menahan atau mengurangi dampak jatuhnya mereka, tetapi gagal membuat mereka sepenuhnya selamat tanpa bantuan fisik Stark. Dalam kondisi itu, Frieren memberikan semacam dorongan mental kepada Stark, menekankan bahwa seluruh kelompok akan bergantung pada dia untuk keluar dari situasi berbahaya itu — sebuah momen di mana dia secara implisit menyerahkan tanggung jawab keselamatan kepada Stark sebagai anggota rombongan yang mulai tumbuh kekuatan dan keberaniannya.
![]() |
| Frieren yang mengatakan menyerahkan nyawanya ke Stark |
Frasa “menyerahkan nyawanya” kepada Stark sebenarnya lebih merupakan interpretasi dramatis dari pembaca atau penonton yang melihat bagaimana Frieren, yang biasanya mengandalkan kekuatan sihirnya, harus bergantung pada Stark untuk bertahan hidup dalam situasi di mana kekuatan magisnya tidak efektif. Ini tidak secara harfiah berarti Frieren menyerah atau mati di sana; melainkan menunjukkan perubahan penting dalam dinamika karakter dan tema inti dari cerita ini: Frieren belajar untuk mempercayai orang lain dan melihat manusia di luar dirinya sendiri.
Makna mendalam dari adegan tersebut berkaitan erat dengan perkembangan karakter Frieren sebagai seorang elf yang hidup sangat lama. Selama perjalanan dengan anggota baru seperti Stark dan Fern, Frieren berangsur-angsur belajar arti dari hubungan dan ketergantungan terhadap satu sama lain — sesuatu yang dulu ia abaikan karena perspektif waktu yang panjang dan emosinya yang tertahan. Situasi dalam gua bijih penahan sihir mencerminkan titik di mana Frieren tidak hanya bergantung pada sihirnya, tetapi juga mempercayakan keselamatan dirinya kepada manusia yang lebih muda, merefleksikan bagaimana hubungan antar-karakter telah berubah dari sekadar tujuan petualangan menjadi hubungan saling percaya.
Dengan cara ini, “menyerahkan nyawa” diartikan bukan sebagai kematian fisik, tetapi sebagai simbol dari transformasi emosional Frieren — dari seorang penyendiri yang bergantung pada kekuatan dirinya sendiri menjadi seseorang yang menghargai kerja sama dan kekuatan hati dalam kelompoknya.***

