Catataninfoku -- Dalam seri manga dan anime Jujutsu Kaisen karya Gege Akutami, ada salah satu kisah paling dramatis dan penuh konflik keluarga yang melibatkan karakter Maki Zen’in, dan ini berkaitan langsung dengan motif ayahnya, Ogi Zen’in, yang mengkhianati dan bahkan berniat membunuh Maki dan saudara kembarnya, Mai. Alur ini sangat penting dalam cerita karena menunjukkan konflik internal dalam clan Zen’in dan bagaimana trauma masa lalu membentuk masa depan Maki sebagai karakter.
Alasan utama ayah Maki berusaha membunuhnya berasal dari sistem nilai dan politik internal clan Zen’in yang sangat keras pada tradisi dan kekuasaan. Zen’in merupakan salah satu dari “tiga keluarga besar” dalam dunia Jujutsu Kaisen, dan mereka memandang anggota keluarga yang tidak memenuhi standar mereka sebagai beban, bukan sebagai anggota sejati. Dalam kasus Maki dan Mai, keduanya dianggap “tidak berguna” oleh klan karena mereka tidak memiliki kekuatan kutukan (cursed energy) yang diharapkan dari darah Zen’in.
Ketika Maki kembali ke rumah keluarga Zen’in untuk mengambil alat kutukan (cursed tools) setelah insiden Shibuya, ayahnya dan anggota elit lain di Zen’in sudah membuat rencana untuk menyingkirkan Maki, Mai, serta Megumi Fushiguro, yang merupakan sepupu mereka sendiri. Rencana ini bukan hanya soal membunuh anggota keluarga, tetapi juga soal mempertahankan kekuasaan dan tradisi klan, serta menjaga citra klan yang kuat dan “murni”. Ogi percaya bahwa Maki dan Mai adalah alasan mengapa dirinya tidak pernah menjadi kepala klan, sehingga ia dan para pejabat Zen’in menganggap membunuh mereka sebagai langkah yang sah demi harga diri Zen’in.
Dalam arc yang dikenal penggemar sebagai Perfect Preparation Arc, Maki akhirnya bertemu langsung dengan ayahnya di rumah keluarga Zen’in. Ketika mereka berada di dalam gudang alat kutukan, Ogi menunjukkan niatnya yang sebenarnya: ia menyerang dan melukai kedua putrinya sendiri, bahkan menyeret mereka ke dalam sebuah ruangan penuh kutukan berbahaya sebagai jebakan untuk membunuh mereka. Motifnya sangat kejam: bukan karena kebencian pribadi biasa, tetapi sepenuhnya didorong oleh keangkuhan keluarga, tekanan sosial klan, dan pandangan bahwa darah Zen’in yang “lemah” tidak pantas hidup
Pada akhirnya, pertarungan itu berakhir tragis: setelah mengalami luka parah dan setelah pengorbanan Mai yang memungkinkan Maki bertumbuh jauh lebih kuat, Maki membalas dendam dengan membunuh ayahnya sendiri sebagai titik balik karakter yang mengakhiri hubungan gelap tersebut. Kejadian ini memberi Maki beban emosional dan menjadi landasan kenapa dia kemudian bergerak melawan seluruh klan yang telah membawa penderitaan besar baginya.
Ringkasan alasan ayah Maki mengkhianati dan ingin membunuhnya:
1. Ogi Zen’in dan klan melihat Maki dan Mai sebagai “tidak berguna” secara tradisi karena kurangnya kekuatan kutukan, sehingga mereka dianggap beban.
2. Konflik internal Zen’in soal kekuasaan dan harga diri membuat Ogi memilih untuk menghapus anggota yang dianggap merusak citra klan.
3. Rencana itu juga bertujuan menjaga dominasi politik keluarga dalam komunitas Jujutsu dan mempertahankan struktur hierarki yang keras.***
.jpeg)