 |
Siapa Sebenarnya Pahlawan Selatan dalam Frieren: Beyond Journey’s End? Ini Penjelasannya
|
Catataninfoku -- Dalam serial manga dan anime Frieren: Beyond Journey’s End (Sousou no Frieren), salah satu karakter yang paling misterius namun berpengaruh adalah Pahlawan Selatan, dikenal dalam bahasa Jepang sebagai Minami no Yūsha (南の勇者). Ia bukan tokoh utama seperti Frieren atau Himmel, tetapi perannya sangat penting dalam sejarah dunia cerita tersebut.
Pahlawan Selatan digambarkan sebagai pahlawan manusia yang sangat kuat yang hidup jauh sebelum peristiwa utama cerita dimulai. Ia dikenal sebagai “manusia terkuat” dan memimpin perlawanan melawan pasukan Raja Iblis di masa lalu, jauh sebelum Frieren bergabung dengan kelompok pahlawan yang dipimpin oleh Himmel. Namanya sendiri jarang disebutkan secara personal dalam manga, sehingga ia lebih dikenal lewat julukan dan legenda mengenai keberaniannya.
Menurut sumber di Frieren Wiki dan berbagai ulasan karakter, Pahlawan Selatan memiliki magis penglihatan masa depan, kemampuan yang langka yang memungkinkannya melihat kejadian sebelum terjadi. Dalam kisahnya, ia sempat berjumpa dengan Frieren sebelum pertemuan sang elf dengan Himmel, dan mencoba mengajaknya bergabung dalam perjuangannya. Ia sudah mengetahui hasil dari pertempuran masa depan—termasuk bahwa Frieren akan bertemu dengan seorang pahlawan lain yang nantinya benar-benar akan mengalahkan Raja Iblis—namun upayanya gagal karena Frieren menolak tawarannya.
 | | Pahlawan Selatan yang Menghadapi Pasukan Raja Iblis |
Dalam pertempuran terakhirnya, Pahlawan Selatan menghadapi pasukan utama Raja Iblis, termasuk tiga anggota dari Seven Sages of Destruction dan pemimpin mereka, Schlacht si Mahatahu (Omniscient Schlacht). Pada medan perang di Northern Plateau, ia berhasil membunuh tiga dari tujuh Sages tersebut serta memukul mundur pasukan musuh, namun akhirnya ia sendiri jatuh dan diperkirakan tewas dalam pertempuran tersebut meskipun adanya legenda lokal yang mengatakan bahwa mayatnya tidak pernah ditemukan.
Keberadaannya kini hidup dalam cerita rakyat dan penghormatan masyarakat di berbagai wilayah, seperti di Desa Fabel di mana patungnya dipasang dan dibersihkan oleh warga, yang menunjukkan bahwa ia tetap dikenang sebagai pahlawan besar meskipun namanya tersapu oleh waktu dan ia bukan pahlawan yang mengalahkan Raja Iblis secara langsung.
Karakter Pahlawan Selatan menambah dimensi pada narasi Frieren, menggambarkan tema tentang pengorbanan, ingatan sejarah, dan bagaimana tokoh-tokoh besar dapat terlupakan oleh waktu meskipun jasa mereka sangat besar.*** |