Ini Penyebab Mai Ditemukan dalam Kondisi Terluka Bersama Ayahnya Ogi di Gudang Penyimpanan Senjata di Jujutsu Kaisen

Arisu

Ini Penyebab Mai Ditemukan dalam Kondisi Terluka Bersama Ayahnya Ogi di Gudang Penyimpanan Senjata di Jujutsu Kaisen
Ini Penyebab Mai Ditemukan dalam Kondisi Terluka Bersama Ayahnya Ogi di Gudang Penyimpanan Senjata di Jujutsu Kaisen


 Catataninfoku -- Dalam manga dan anime Jujutsu Kaisen karya Gege Akutami, salah satu momen paling dramatis dalam “Perfect Preparation Arc” terjadi ketika Maki Zen’in kembali ke markas keluarga Zen’in untuk mengambil senjata kutukan. Ketika ia membuka gudang senjata (cursed warehouse), bukannya menemukan alat-alat berharga, yang ditemuinya justru pemandangan yang mengerikan: adik kembarnya, Mai Zen’in, tergeletak dalam kondisi parah terluka dan berdarah di depan ayah mereka sendiri, Ogi Zen’in. Adegan ini menjadi puncak konflik batin dan kekerasan yang telah lama berkembang dalam keluarga tersebut.


Situasi ini bukan kebetulan, melainkan bagian dari rencana yang lebih besar yang disusun oleh sebagian anggota keluarga Zen’in untuk melumpuhkan Maki, Mai, dan sepupu mereka Megumi Fushiguro. Setelah Gojo Satoru dinyatakan bersalah dan tidak lagi menjadi penghalang, para pemimpin klan yang konservatif—termasuk Ogi dan Jinichi—menganggap ini sebagai kesempatan untuk mempertahankan kekuasaan dan kekayaan keluarga Zen’in. Mereka tidak rela Megumi, yang memiliki Teknik Bayangan dan hubungan kuat dengan keluarga Kamo dan Gojo, menjadi pewaris klan, sehingga mereka merancang skenario yang kejam: menjebak Maki dan Mai di gudang senjata dan membunuh mereka di sana dengan alasan konspirasi membebaskan Gojo. Untuk tujuan ini, Ogi mengosongkan gudang agar Maki tidak mendapatkan senjata yang diharapkannya dan menyiapkan anak-anaknya sebagai korba


Ogi mencederai Mai dengan sengaja sebagai bagian dari skenario ini. Ia melukai Mai sehingga dia terkapar, tetap hidup, dan sengaja meninggalkannya sebagai umpan ketika Maki tiba. Dengan posisi Mai terluka, Ogi berharap dapat melemahkan Maki secara emosional sekaligus memancingnya masuk ke area yang telah dipersiapkan untuk eksekusi mereka. Mai terluka parah di perut, menunjukkan bahwa ayahnya sendiri yang menerkamnya dalam serangan tersebut, bukan sekadar korban dari kekacauan yang tidak disengaja. Momen ini menggambarkan betapa jauh Ogi bersedia pergi demi ambisinya di dalam klan, bahkan mengorbankan darah dagingnya sendir


Setelah Maki menyadari apa yang terjadi dan bertarung dengan Ogi, keduanya akhirnya ditangkap dan dibawa oleh Ogi ke sebuah ruang yang dipenuhi roh kutukan tingkat rendah—semacam lubang disipliner dalam rumah Zen’in. Di ruang ini, Ogi bermaksud membiarkan roh kutukan menghancurkan kedua putrinya setelah ia lepas tangan. Di sinilah Mai menggunakan sisa kekuatannya untuk membuat sebuah senjata kutukan terakhir sebagai hadiah perpisahan bagi Maki. Dengan melakukan ini, Mai benar-benar menghabiskan seluruh kekuatannya, yang menyebabkan konsekuensi tragis: Mai meninggal setelah menciptakan senjata tersebut, sementara Maki kehilangan sisa energi kutukannya yang kemudian memicu vegetasi Heavenly Restriction dalam dirinya.


Peristiwa ini adalah inti dari tragedi keluarga Zen’in dan menjadi momen sangat penting dalam alur cerita Maki. Luka Mai dan keterlibatannya dengan Ogi di gudang senjata bukan hanya insiden kekerasan belaka, tetapi juga wujud dari pengkhianatan keluarga yang telah lama mengekang dan merendahkan kedua saudari kembar tersebut. Kejadian ini memicu transformasi Maki yang jauh lebih kuat dan memulai jalan balas dendamnya yang brutal terhadap klan Zen’in.****