Catataninfoku -- Pengejaran Yuji Itadori oleh Yuta Okkotsu merupakan salah satu titik balik paling dramatis yang terjadi segera setelah peristiwa tragis Insiden Shibuya dalam seri Jujutsu Kaisen. Alasan utama yang mendasari pengejaran ini adalah perintah eksekusi mati yang dikeluarkan secara resmi oleh para petinggi Jujutsu terhadap Yuji Itadori. Setelah Ryomen Sukuna mengambil alih tubuh Yuji di Shibuya dan melakukan pembantaian massal menggunakan teknik Malevolent Shrine, para petinggi menganggap Yuji bukan lagi sekadar wadah yang bisa dikendalikan, melainkan ancaman eksistensial yang harus segera dimusnahkan. Yuta Okkotsu, sebagai salah satu dari sedikit penyihir tingkat spesial yang tersisa, ditunjuk secara langsung sebagai algojo untuk memastikan bahwa nyawa Yuji berakhir secara permanen.
Motivasi Yuta yang tampak di permukaan sangatlah personal dan penuh dendam, terutama terkait dengan nasib sahabatnya, Toge Inumaki. Dalam pernyataan resminya di hadapan para tetua Jujutsu, Yuta menegaskan bahwa ia akan membunuh Yuji karena Sukuna telah menyebabkan Inumaki kehilangan salah satu lengannya dalam kekacauan di Shibuya. Alasan ini sangat meyakinkan bagi para petinggi karena mereka mengetahui betapa protektifnya Yuta terhadap teman-temannya dari SMA Jujutsu Tokyo. Berdasarkan informasi dari berbagai forum diskusi penggemar seperti Reddit dan ulasan di situs Animehunch, narasi dendam ini digunakan Yuta untuk mendapatkan kepercayaan penuh dari para petinggi sehingga ia bisa bergerak bebas mencari Yuji tanpa pengawasan ketat.
| Yuji dan Yuta |
Namun, pengungkapan dalam manga Jujutsu Kaisen Chapter 143 menunjukkan bahwa seluruh pengejaran tersebut sebenarnya adalah bagian dari rencana besar yang disusun oleh Satoru Gojo. Sebelum disegel di dalam Prison Realm, Gojo sempat mengunjungi Yuta di Afrika dan menitipkan pesan khusus untuk melindungi murid-muridnya, terutama Yuji, jika terjadi sesuatu yang buruk. Yuta menyadari bahwa jika ia tidak mengajukan diri sebagai algojo, para petinggi akan mengirim pembunuh lain yang benar-benar berniat menghabisi Yuji. Oleh karena itu, Yuta menjalin sebuah Sumpah Pengikat atau Binding Vow dengan para tetua Jujutsu untuk membunuh Yuji, sebuah kontrak mistis yang tidak bisa dilanggar tanpa konsekuensi mematikan.
Detail teknis dari rencana ini melibatkan kecerdasan Yuta dalam memanfaatkan celah dari Binding Vow tersebut. Dalam konfrontasi fisik yang intens, Yuta benar-benar menghentikan jantung Yuji dengan tusukan pedangnya, yang secara teknis memenuhi syarat sumpah bahwa ia telah "membunuh" targetnya. Namun, pada saat yang hampir bersamaan, Yuta menggunakan Teknik Kutukan Pembalik untuk menghidupkan kembali jantung Yuji sebelum kerusakan otak permanen terjadi. Tindakan ini memungkinkan Yuta untuk memenuhi kewajiban kontraknya kepada para petinggi sekaligus menyelamatkan nyawa Yuji, sehingga ia bisa membawa Yuji masuk ke dalam alur Culling Game sebagai sekutu, bukan lagi sebagai buronan.
Strategi ini juga didorong oleh rasa empati Yuta terhadap posisi Yuji yang terjepit oleh kekuatan besar di luar kendalinya, situasi yang sangat mirip dengan masa lalu Yuta saat ia dihantui oleh kutukan Rika Orimoto. Dengan memalsukan kematian Yuji secara resmi di mata dunia Jujutsu, Yuta memberikan ruang bagi Yuji untuk fokus pada tujuan mereka selanjutnya, yaitu menyelamatkan Megumi Fushiguro dan menghentikan rencana Kenjaku dalam permainan maut Culling Game.***