![]() |
| x: @tanabi416 |
Catataninfoku -- Pada tanggal 5 Januari, ilustrator manga Yoichiro Tanabe meminta maaf dikarenakan dia menggunggah gambar yang telah diedit oleh AI generatif yang dimana didasarkan pada foto seorang idola yang aktif di Jepang.
Gambar tersebut kemudian menuai kecaman yang keras di media sosial, yang dimana banyak pengguna yang mennyangkan tindakannya yang dianggap sebagai "pelecehan seksual AI."
Tanabe yang sebelumnya pernah mengerjakan manga untuk ema idola untuk majalah-majala yang berorientasi pada kaum muda, telah mengunggah gambar tersebut di akun X-nya pada tanggal 3 Januari.
Gambar tesebut adalah salah satu anggota grup idola STU48 yang telah dimodifikasi oleh AI. Setelah unggahan tersebut, anggota lain yang berasal dari grup tersebut secara terbuka menuntut agar gambar tersebut dihapus olehnya, yang akhirnya memicu banyak reaksi keras dari warganet.
Sebagai tanggapannya, Tanabe pun merilis pernyataan yang tertulis.
“Mengenai Unggahan Saya yang Tidak Pantas Baru-baru Ini,”
Dia menyampaikan permintaan maaf. Ia juga menulis ia sangat menyesal telah menyebabkan adanya ketidaknyamanan dan mengakui beberapa kesalah, termasuk kurangnya kesadaran mengenai hak cipta potret, kurangnya juga pemahaman mengenai penggunaan AI generatif, dan kesalahan penilaian yang arogan mengenai batasan yang tepat dengan idola yang bekerja secara profesional.
Ia selanjutnya menyatakan gambar yang dimaksud telah dihapus dan menangguhkan semua urusan bisnis dengan grup idola yang terlibat dengannya.
Berdasarkan informasi tambahan, Tanabe menggunakan sistem AI Grok milik X yang dimana untuk mengedit foto anggota STU48, RIku Kudo, dengan menambahkan modifikasi seksual setelah meminta AI untuk dapat menambahkan syal di lehernya dan juga bikini. Meskipun unggahannya telah dihapus, Tanabe awalnya juga menjelaskan jika gambar tersebut dimaksudkan sebagai bahan referensi untuk menggamabrnya.
STU48 pun merilis pernyataan di situs webnya yang membahas gambar dan video yang dihasilkan AI yang melibatkan anggotanya. Grup tersebut menyatakan jika tindakan ini merupakan pelanggaran serius terhadap ahk potret dan publisitas anggota terlepas dari apakah foto tersebut digunakan sebagai dasar, dan menekankan jika manajemen akan mengambil langkah tegas terhadap unggahan tanpa izin di masa mendatang.***
Sumber: Oricon
