Ini Profil Naoya Zenin di Anime Jujutsu Kaisen

Arisu

 

Ini Profil Naoya Zenin di Anime Jujutsu  Kaisen

Catataninfoku -- Naoya Zenin adalah salah satu karakter antagonis paling menonjol dalam seri manga dan anime Jujutsu Kaisen. Ia berasal dari salah satu tiga keluarga jujutsu paling kuat dan berpengaruh, keluarga Zenin, yang dikenal karena tradisi ketat dan nilai-nilai yang menekankan kekuatan serta warisan darah. Naoya merupakan anak bungsu dari Naobito Zenin dan sejak kecil telah dipuji sebagai bakat paling menjanjikan keluarga, sehingga tumbuh dengan keyakinan kuat bahwa ia adalah pewaris sejati dari keluarga itu. Keyakinan ini membentuk sebagian besar kepribadiannya—arogan, sombong, dan penuh rasa superior terhadap siapa pun yang dianggapnya lebih lemah.

Naoya adalah penyihir jujutsu dengan pangkat Special Grade 1, suatu tingkat yang sangat tinggi dalam dunia Jujutsu Kaisen. Dia juga menjadi kepala unit elit keluarga Zenin yang disebut Hei, menunjukkan posisinya yang kuat dalam struktur internal keluarga. Teknik kutukannya diwarisi dari ayahnya, yaitu Projection Sorcery, yang memungkinkan Naoya membagi satu detik menjadi 24 bingkai (frame) seperti dalam film, sehingga ia bisa bergerak sangat cepat dan memaksa lawan bergerak sesuai “aturan” bingkai tersebut. Kecepatan dan penguasaan teknik ini menjadikannya salah satu petarung paling berbahaya dalam pertempuran jarak dekat.

Naoya Zeni seperti terlihat di anime

Sifat Naoya yang menghina dan merendahkan orang lain, terutama terhadap perempuan dan mereka yang tidak memiliki energi kutukan, membuatnya menjadi karakter yang banyak dibenci oleh pembaca dan penonton. Ia sering mengejek dan menindas sepupunya sendiri, Maki Zenin, karena Maki tidak memiliki energi kutukan meskipun berlatih keras untuk menjadi kuat. Naoya juga menunjukkan kebencian mendalam terhadap Mai, saudara kembar Maki, serta pernah meremehkan dan menyerang karakter lain yang tidak memenuhi standar kekuatannya. Pola pikirnya yang patriarkal dan brutal ini mencerminkan bagaimana nilai-nilai tradisional keluarga Zenin yang beracun membentuknya

Saat alur cerita Culling Game berlangsung, Naoya hampir mendapatkan posisi sebagai kepala keluarga setelah kematian ayahnya, tetapi akhirnya Megumi Fushiguro ditetapkan sebagai penerus, yang membuat Naoya sangat marah dan frustrasi. Ketika ia mencoba mengukuhkan ambisinya, Naoya berkonflik dengan beberapa karakter utama termasuk Yuji Itadori dan Choso. Namun, titik balik besar dalam kisahnya adalah pertarungan melawan Maki Zenin, di mana Naoya secara tragis kalah karena meremehkan kekuatan Maki yang telah meningkat pesat. Kekalahan ini menunjukkan betapa runtuhnya sistem nilai yang selama ini ia pegang.

Kematian Naoya tidak mengakhiri peranannya dalam cerita. Karena ia tidak dibunuh oleh teknik kutukan (yang biasanya mencegah kebangkitan sebagai roh jahat), jiwa Naoya bereinkarnasi menjadi roh kutukan (vengeful curse). Bentuk barunya sangat mengerikan, berubah menjadi makhluk dengan bentuk seperti kepompong atau larva yang memiliki kemampuan regenerasi, kecepatan tinggi, dan evolusi kutukan yang lebih kuat dari sebelumnya. Dalam bentuk roh kutukan, obsesinya terhadap Maki tetap hidup, hingga akhirnya dia kembali dikalahkan dan benar-benar musnah.

Secara keseluruhan, Naoya Zenin bukan sekadar musuh biasa dalam Jujutsu Kaisen. Ia adalah representasi dari sisi gelap sistem kekuatan di dunia sihir—suatu simbol dari keyakinan bahwa darah dan kekuatan adalah segalanya, tanpa ruang untuk empati, pertumbuhan, atau penghormatan terhadap orang lain. Jalan ceritanya yang tragis menyoroti bagaimana ambisi dan kebencian, jika dibiarkan tanpa kontrol, dapat mengubah seseorang menjadi monster, baik secara metaforis maupun harfiah.